Sabun Curah, Sabun Eceran, Sabun Murah

Belanja Hemat dan Smart

Ketika ekonomi sulit, kita dituntut untuk bisa belanja hemat. Nah di bonus kali ini ada beberapa alternatif belanja hemat. Mulai dari alat pembersih, parfum, kebutuhan sehari-hari hingga furnitur. Semua kami kemas dalam bonus Belanja Hemat.

PEMBERSIH CURAH LEBIH MURAH

Ingin sabun cair per liter Rp 14 ribu? Atau pelembut & pewangi pakaian Rp 6.750/per liter? Ya, barang-barang murah di atas kini mulai membanjiri pasaran. Tak hanya sabun cair, dan pelembut pakaian, deterjen bubuk, sampho 2 in 1, sabun pencuci piring juga tersedia. Semua harga dipatok di bawah harga produk kemasan bermerek.

Semua produk pembersih ini memang produk pabrikan tanpa kemasan alias model curah. Meski demikian, kata Budiono Gondosiswanto Bsc., Direktur Utama PT PT. SGM (Songo Geni Maju), produknya bukan barang ilegal, tetapi sudah mendapat izin dari Depkes,. "Jadi aman digunakan," kata Budiono ketika ditemui di pabriknya di bilangan Gunung Putri, Jawa Barat.
Kenapa PT SGM bisa menjual produknya lebih murah? Caranya dengan menekan ongkos produksi. Mulai dari meniadakan kemasan, tak ada iklan dan hingga memotong rantai ditribusi. Dengan cara tersebut, lanjut Budiono, harga pihaknya bisa menjual lebih murah ke konsumen.
"Saya sekadar ingin membantu masyarakat mendapatkan produk pembersih rumah tangga dan personal care yang murah tanpa mengorbankan kualitas. Saya juga ingin mendidik masyarakat berpikir rasional. Kalau cuma butuh body foam, kenapa harus membayar packaging, iklan dan mereknya," tandasnya.

 KONSEP ISI UALNG

PT SGM membuat 17 macam produk pembersih dan personal care.

Untuk memangkas rantai distribusi, pihaknya sengaja memasarkan produknya lewat model pemasaran gabungan antara MLM dan isi ulang. Konsep distribusi ini hanya tiga tingkat, Distributor - Dealer - Konsumen. Produk yang dijual dealer dikemas dalam jerigen isi 20 liter yang bisa dituang melalui keran. "Konsumen yang mau membeli sabun atau shampo berapa liter atau beberapa mili pun bisa dilayani. Kami menyediakan takarannya," kata Budiono sembari menyebutkan produknya diberi label Motto.

Dengan sistem penjulan model demikian, pihaknya juga membuka peluang kepada masyarakat untuk menjadi agen. Ada beberapa paket yang ditawarkan Budiono. Paling murah Rp 900 ribu, paling mahal Rp 2 juta. "Misalnya dengan modal Rp 2 juta akan mendapat satu paket produk curah yang bisa dipilih. Produk tersebut dikemas dalam jerigen isi 20 liter plus rak berpintu," tandas Budiono.

Saat ini di Jabodetabek saja, kata Budiono, sudah ada ribuan orang telah menjadi dealer PT SGM. Mereka ini dikoordinir oleh distributor. "Awalnya mereka hanya jualan ke tetangga. Setelah itu melebar ke instansi dan tempat-tempat usaha, seperti restoran, laundry, rumah sakit, sekolah dll. Bahkan beberapa diantaranya sudah mendapat kredit UKM untuk menambah omset," kata Budiono yang berani menjamin dagangannya laku. "Semua orang, kan, butuh pembersih.

Kalau enggak laku, dagangan bisa dikembalikan." Selain di pasarkan di dalam negeri, Budiono juga mengekpor produknya ke luar negeri antara lain Afrika, Jepang, Amerika, Korea Selatan, Libya, Afganistan, Fiji, dan Taiwan.

DIKIRA CUCI GUDANG

Salah distributor PT SGM adalah Ny. Diana di bilangan Jln. Wanaherang, Bogor. Semula Daiana menawarkan produk pembersih ini ke perumahan dan perkampungan. "Semula banyak yang curiga, produk yang kami tawarkan dari hasil cuci gudang atau sisa ekspor. Malah ada yang menyangka, saya membuat sendiri," tandas ibu dua anak ini.

Berkat kegigihan Diana, sejak tahun lalu berhasil menjadi distributor yang membawahi beberapa dealer dan stokist. Usaha jahitnya tetap jalan. Sembari menjahit ia menunggu tokonya.
Awalnya, Diana dan suami, hanya bermodal satu motor roda tiga, kini sudah mampu mengangsur dua mobil untuk mendistribusikan dagangannya ke toko para dealer. "Dealer saya bukan cuma kalangan menengah ke bawah, lho. Ibu-ibu istri pejabat juga ada yang jadi stokist, kok. Yang paling banyak diminati itu softener, sabun pencuci piring dan sabun cuci. Mereka senang karena harganya lebih murah dari harga kemasan pabrik," jelas Diana.
Salah satu dealer yang dibawahi Diana adalah Yakub. Karyawan sebuah perusahaan swasta itu memasok sabun pencuci piring untuk kantornya. Sementara warung di rumah, yang menjual produk Motto curah ditunggui istrinya. "Yah lumayanlah untuk menambah penghasilan. Pelanggan saya kebanyakan tetangga sendiri di Cileungsi."


Sumber : Rini Sulistyati “NOVA”